Jumat, 15 Juni 2012

Ranah 3 Warna

| Jumat, 15 Juni 2012 | 0 komentar


Setelah kemarin saya membuat ulasan singkat novel Negeri 5 Menara, tidak lengkap rasanya jika saya tidak membuat ulasan yang serupa untuk novel kedua karya Ahmad Fuadi, Ranah 3 Warna.

Ranah 3 Warna menceritakan perjuangan Alif Fikri untuk menggapai impiannya setelah kelulusannya dari Pondok Madani.
Dia didaftarkan oleh ayahnya untuk mengikuti ujian setingkat SMA. Sehingga dia bisa mendapatkan ijazah sebagai syarat untuk mengikuti UMPTN. Perlu diketahui bahwa Pondok Madani tidak memberikan ijazah apapun kepada lulusannya. Dia harus mempelajari  pelajaran-pelajaran yang tidak diajarkan pada saat dia masih di Pondok. Ini merupakan sebuah perjuangan berat bagi dia mengingat ujian UMPTN tinggal beberapa bulan lagi. Setiap hari dia terus mengurung diri di kamar untuk mempelajari semua buku yang dia pinjam dari salah seorang temannya di desa.

Pengumunan ujian persamaan telah tiba. Dia dinyatakan lulus. Tetapi Alif hanya mendapatkan nilai yang pas-pasan. Nilai IPA-nya sangat buruk. Padahal dia ingin sekali mengambil jurusan di ITB yang notabene adalah jurusan 'IPA'. Akhirnya setelah pergulatan batin yang cukup panjang, dia memutuskan untuk mengambil jurusan Hubungan Internasional di Universiatas Padjadjaran di kota Bandung. Sebuah jurusan yang justru sangat melenceng dari impiannya untuk menjadi insinyur seperti BJ. Habibie.

Setelah memutuskan jurusan mana yang akan diambil, dia kembali harus bergulat dengan buku yang telah menumpuk di kamarnya. Lolos UMPTN adalah target dia selanjutnya.

Bersambung ke postingan selanjutnya...

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
© Hak Cipta 2012 | catatansisis.blogspot.com | Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang | Desain Template Oleh - Siswanto