Sabtu, 02 Juni 2012

Journey to Maliopolos

| Sabtu, 02 Juni 2012 | 5 komentar


Saking sudah gak tahannya sama yang namanya kaos polos, akhirnya aku sama Reza, teman kosanku, memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat misterius, sebuah tempat yang belum pernah kami singgahi sebelumnya. Sebuah tempat yang cukup jauh dari singgasana kami berdua. Berjarak dua setengah kilometer dari markas kami. Sebuah tempat yang menjajakan barang dagangan berupa kaos polos yang cukup terjangkau untuk ukuran kantong mahasiswa yang tidak begitu tebal.

Kami sudah janji untuk lepas landas pukul 16:00 tepat. Tapi sekarang jam sudah menunjukkan pukul 16:12.
Telat 12 menit. Banyak gangguan teknis yang membuat kami telat 12 menit. Lupa lihat jam adalah faktor terbesar yang membuat kami telat.

Tak disanka-sangka, ternyata lambung kami berdua sudah penuh terisi oleh asam lambung (HCL). Perut rasanya seperti disiram oleh cairan panas yang bisa membuat kulit melepuh. Akhirnya setelah negosiasi yang cukup alot, kami berdua memutuskan untuk pergi makan sebentar ke sebuah kantin (baca: warung) di daerah dekat UNY. Bisa dibilang, 7000 rupiah adalah harga yang cukup murah untuk membuat lambung kami kembali normal seperti awal lagi. Ayam kecap yang begitu lunak dan gurih, ditambah sambal bawang hasil racikan sendiri telah berhasil membuat air liur kami meleleh. Es teh segar juga telah berhasil memadamkan kobaran api yang disebabkan oleh sambal tadi di dalam mulut kami.

Sekarang menunjukkan pukul 16:46. Setelah membayar di kasir, dengan formasi aku di depan dan Reza dibelakang, kami langsung tancap gas menuju tempat yang telah kami targetkan tadi. Perjalanan cukup lancar.Sejauh ini tiada hambatan yang cukup berarti. Kecuali ada seorang pesepeda yang hampir saja aku tabrak dari belakang. Sesampainya di perempatan lampu merah, Reza aku suruh untuk membuka peta. Karena aku kami berdua belum tau pasti dimana lokasi Maliopolos itu berada. Dan ternyata target berada di sebuah gang yang bernama Gang Irian nomor 14 D.

Lampu hijau telah menyala. Dan sekali lagi, aku nyaris saja menyerempet sebuah mobil Honda CRV. Untunglah, bila saja aku sampai membuat body mobil seharga 400jutaan itu lecet, pasti bakalan panjang urusannya. Banyak rintangan yang harus kami lalui untuk mendapatkan sebuah kaos polos seharga 20.000 itu.

Perempatan lampu merah telah kami lalui. Aku tarik pelan-pelan gas motor Honda Vario milik adikku ini. Aku atur gas agar kecepatan motor tetap konstan pada posisi 30 km/jam. Aku bilang ke Reza agar matanya tetap siaga untuk melihat tulisan " JL. Kaliurang KM 6,5" dan tulisan "Gang Irian" di sepanjang jalan ini. Tapi naas, mungkin karena dia lagi melamun, atau mungkin dia malah sibuk sms-an sama pacarnya, kami malah keblabasan sampai KM 7. Akhirnya aku harus putar balik. Sialnya lagi, ini adalah jam pulang kerja. Arus lalu lintas begitu deras. Banyak sekali kendaraan yang bersliweran. Cukup susah untuk menyebrangi jalan yang sangat padat ini. Para pengendara motor dan pengemudi mobil yang sedang buru-buru itu sepertinya tidak rela saat jalan mereka aku potong.

Setelah berhasil melalui derasnya arus lalu lintas itu, akhirnya kami berhasil juga melihat tulisan KM 6,5. Kali ini aku cukup beruntung karena kendaraan dari arah berlawanan tidak ada. Aku belokkan motor matik ini ke sebuah gang di kanan jalan. Kami telusuri satu persatu setiap bangunan di komplek ini. Dan akhirnya sebuah rumah dengan tulisan "Jual Kaos Polos" telah kami temukan. Tapi kesialan menimpa kami lagi, papan putih bertuliskan "Closed" terpampang di depan pintu rumah. Dada terasa sesak. Badan terasa lunglai. Kami meratapi kesialan kami hari ini. Akhirnya kami pun pulang dengan tangan kosong. Kaos polos yang kami bayangkan sebelumnya kini sirna. Kekecewaan mucul dibenak kami. Selamat tinggal kaos polos.

Belakangan kami mengetahui bahwa maliopolos tutup pada jam 4 sore.
Oh, Maliopolos. Kenapa engkau harus tutup pada jam 4 sore?

Jadi setelah kejadian ini, aku mengambil kesimpulan bahwa :
  " 12 menit adalah waktu yang cukup berharga untuk disia-siakan"

5 komentar:

Reza Pratama Nugraha mengatakan...

haha.. lumayan gan, tingkatkan!
dimana ada ane pasti banyak cawet yang berkeliaran :D

Rizky Kharisma mengatakan...

Balada Kaos Polos :D

Unknown mengatakan...

Reza: parah gaaaannnn,, hahaha,,

Unknown mengatakan...

Rizky Kharisma: kelingan balada responsi dosen, hahaha,, kok tiba tiba muncul nang blog-ku Riz,, hehehe,, kaget aku mau,, hehehe

Reza Pratama Nugraha mengatakan...

ayo sekarang kita cari cawet polos aja yu :D

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
© Hak Cipta 2012 | catatansisis.blogspot.com | Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang | Desain Template Oleh - Siswanto